SHAUM RAMADHAN
1. Dasar Shaum
ياأيها الذين آمنو كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من
قبلكمم لعلكم تتقون.
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman,
telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah : 183)
شهر رمضان الذي أنزل فيه القرأن هدى للناس و بينت من الهدى و الفرقان فمن شهد
منكم الشهر فليصمه.
Artinya : “Yakni pada bulan Ramadhan, yaitu
saat diturunkannya Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan
dan pedoman serta pemisah (antara yang hak dan yang bathil). Maka barang siapa
yang berada di tempat pada bulan itu, hendaklah ia berpuasa.” (QS.Al-Baqarah
: 185)
2. Keistimewaan Al-Qur’an
عن أبى هريرة ر.ض. قال قال رسول الله صلم ؛ من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر
له ما قدم من ذنبه.
Artinya : “Dan Abu Hurairah berkata :
Rasullullah SAW bersabda : “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan
karena keimanan dan mengharap keridhaan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang
terdahulu.” (HR. Ahmad dan Ash Habus Sunnah)
عن أبي هريرة ر.ض. قال قال رسول الله صلم
؛ قد جاءكم شهرمبارك إفترض الله عليكم صيامه تفتح فيه أبواب الجنة وتغلق فيه أبواب
الجحيم و تغل فيه الشياطين، فيه ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم.
Artinya : “Dari Abu Hurairah ra berkata :
Rasullullah SAW bersabda : “Sungguh telah datang padamu bulan yang penuh
berkah, di mana Allah mewajibkan kamu berpuasa, di saat dibuka pintu-pintu
surga, ditutup pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu, dan di mana
dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Maka
barang siapa yang tidak berhasil beroleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia
mendapatkan itu.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Baihaqi)
3. Rukun Shaum
a. Niat
وما امروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين.
Artinya : “Dan tidaklah mereka diperintahkan
kecuali untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan mengikhlaskan agama
kepada-Nya semata.” (QS.Al-Bariyat : 5)
عن عمر بن الخطب ر.ض. قال سمعة رسول الله
صلم. يقول ؛ إنما الأعمال بالنيات و إنما لكل امرﺉ مانوى.
Artinya : “Dari Umar bin Khattab, berkata :
Aku telah mendengar Rasullullah SAW bersabda : ”Setiap perbuatan itu hanyalah
dengan niat, dan setiap amalan seseorang tergantung dengan apa yang di
niatkannya.” (HR.Bukhari Muslim)
قال رسول الله صلم ؛ من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له.
Artinya : “Rasullullah SAW bersabda : Barang
siapa yang tidak membulatkan niatnya buat berpuasa sebelum fajar, maka tidak
sah puasanya.” (HR.Ahmad dan Ash Habus Sunan, dan dinyatakan sah oleh Ibnu
Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
b. Menahan diri dari segala yang
membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
فاﻠﺋﻦ باشروهن وبتغوا ما كتب الله لكم و
كلو وشربوا حتى يتبين لكم الخيط العبيذ من الخيط الأسود من الفجر ثم أتم الصيام إلى
الليل.
Artinya : “Maka sekarang, bolehlah kamu
menggauli mereka dan hendaklah kamu mengusahakan apa yang diwajibkan Allah
atasmu, dan makan-minumlah kamu hingga nyata garis putih dari garis hitam
berupa fajar, kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (QS.Al-Baqarah:187)

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus