RUQYAH NABI UNTUK LUKA TERBUKA DAN RASA SAKIT
Nabi Meruqyah Luka Terbuka dan Bisul
عن عا ﺌشة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان إذا
اشتكى الإنسان الشيء منه أ وكانت به قرحة أو جرح قا ل النبي صلى الله عليه و سلم
بإ صبعه هكذا و و ضع سفيا ن سبا بته با
لأرض ثم رفعها با سم الله تربة أرضنا بريقة بعضنا ليشفى به سقيمنا بإ ذ ن ربنا (رواه البخا ر ى و مسلم و رواه أيضا أبو د ا و د و إ بن ما جه و أحمد)
Artinya : Dari
Aisyah, bahwa Rasullullah SAW jika ada orang yang terluka karena sesuatu
mengenainya, atau terdapat padanya bisl atau borok (luka yang sudah infeksi),
maka beliau mengisyaratkan dengan jari beliau seperti ini. (Dan Sufyan
(memeragakan dengan)meletakkan jari telunjuknya pada tanah kemudian
mengangkatnya). Dan sabda Beliau, “Dengan menyebut nama Allah, semoga debu
tanah kita basah dengan ludah salah seorang dari kita untuk menyembuhkan orang
yang sakit diantara kita, dengan izin
Tuhan kita”.
Hadist shahih riwayat Bukhari (Shahih
al-Bukhari, kitab al-Thibb, no.5364), Muslim (Shahih Muslim, kitab
as-Salam, no.4069). Juga meriwayatkan hadist ini Abu Dawud, Ibn Majah, dan
Ahmad bin Hanbal.
Ruqyah terhadap
Rasa Sakit
عن عثم ا ن بن أبى العاص الثقفى أنه شكا إ لى رسول
الله صلى الله عليه و سلم و جعا يجده فى جسده مند أ سلم فقا ل له رسول الله صلى
الله عليه و سلم : ضع يد ك على الذ ى تأ لم من جسد ك و قل با سم الله ثلا ث و قل
سبع مرت أ عو ذ با لله و قد رته من شرما أجد و أحاذر (رواه
مسلم و الترمذى و أ بو دا و د و إ بن ما جه و
أ حمد و ما لك )
Artinya : Dari
Usman ibn Abi al-‘Ash al-Tsaqafiy, bahwa ia mengadukan rasa sakit pada badannya
sejak masuk Islam kepada Rasullullah. Maka Rasullullah SAW bersabda,
“Letakkanlah tanganmu pada tempat yang sakit dari tubuhmu, dan ucapkanlah
“Bismillah” tiga kali, dan ucapkanlah “Aku berlindung kepada Allah dan
kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku dapati dan aku khawatirkan”.
Hadist shahih diriwayatkan oleh Muslim (Shahih
Muslim, kitab al-Salam, no.4082), Tirmidzi (Sunan al-Tirmidzi, kitab
al-Thibb, no.2006), Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad dan Malik.
Ruqyah pada
Orang yang Kena Sengatan
عن أ بى سعيد ر ضي الله عنه قا ل ׃ ا نطلق نفر من أ صحا ب النبي صلى
الله عليه و سلم فى سفرة سا فرو ها حتى نزلو ا على حي من أ حيا ء العر ب فا ستضا
فو هم فأ بو أن يضيفو هم فلد غ سيد ذلك
الحي فسعوا له بكل شيء فقا ل بعضهم ׃ لو أ تيتم هﺅ لا ء الرهط الذ ين نزلو لعله أن يكون عند
بعضهم شيء فأ تو هم فقا لو ׃ يآ أيها الرهط إن سيد نا لدغ وسعينا له بكل شيء لا ينفعه فهل عند أحد منكم من
شيء فقا ل بعضهم ׃ نعم والله إنى لأ رقى ولكن والله لقد
استضفنا كم
Artinya : ‘Abu
Said al-Khurdiy berkata, “Serombongan dari sahabat Nabi SAW berangkat dalam
suatu perjalanan yang mereka tempuh hingga mereka samapi di suatu perkampungan
Arab. Lalu mereka minta agar dijamu tetapi penduduk tidak mau menjamu mereka.
Maka, pemimpin dari kampung itupun terkena sengat. Mereka mengusahakan untuknya
segala obat, tetapi tidak bermanfaat sedikitpun baginya. Maka kata sebagian
dari mereka, “Bagaimana jika kalian mendatangi rombongan yang baru datang itu ?
Mungkin sebagian dari mereka mempunyai sesuatu yang bermanfaat”. Maka datanglah
mereka kepada rombongan itu, lalu berkata, “Wahai rombongan, sesungguhnya
pemimpin kami terkena sengatan dan kami telah mengusahakan segala sesuatu
untuknya tetapi tidak ada yang bermanfaat sedikitpun. Apakah ada salah seorang
dari kalian yang mempunyai sesuatu yang bermanfaat ?”. Sebagian dari rombongan
rombongan menjawab, “Ya, demi Allah. Sesungguhnya aku dapat melakukan ruqyah,
tetapi kami telah meminta untuk kalian penjamuan dan kalian tidak mau menjamu
kami. Kami tidak akan melakukan ruqyah kecuali jika kalian memberikan imbalan
kepada kami”. Maka mereka berdamai.
Maka mulailah sahabat-sahabat Nabi meniup sengatan
pada pemimpin kampung itu sambil membacakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam”. Dan tiba-tiba pimpinan kampung itu pulih kesehatannya bagaikan
terlepas dari ikatan. Lalu mulailah dia berjalan seakan tidak pernah mendapat
gangguan apapun.
Katanya : Maka mereka memberikan imbalan yang
mereka janjikan kepada rombongan itu. Maka kata sebagian dari mereka, “Bagilah
sendiri diantara kalian”. Tetapi orang yang melakukan ruqyah berkata,
“Janganlah kalian lakukan itu sampi kita datang kepada Rasullullah SAW. Lalu
kita tunggu apa yang akan beliau perintahkan kepada kita”.
Akhirnya, datanglah mereka kepada Rasullullah SAW,
lalu mereka sebutkan hal itu kepada beliau. Kata beliau, “Benar apa yang telah
kalian lakukan. Bagilah kambing-kambing itu di antara kalian, dan beri pula aku
satu bagian, lalu tertawalah Rasullullah.
Hadist shahih diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih
al-Bukhari, kitab al-Ijarah, no.2115), dan Muslim (Shahih Muslim, kitab
al-Salam, no.4080, 4081). Dalam lafal Muslim, bacaan yang dipakai untuk
meruqyah adalah fatihatul kitab.
Ruqyah sakit al-‘ain
عن ابن عباس عن صلى الله عليه و
سلم قال ׃ العين حق و لو كا
ن شيء سا بق القد ر سبقته العين و إذا اسبقته العين و إذا استغسلتم فا غسلوا (رواه مسلم وأحمد)
Artinya : Dari
Ibn ‘Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Penyakit ‘ain itu memang benar-benar ada,
dan kalau toh ada sesuatu yang bisa mendahului ketentuan Allah, maka penyakit
‘ain mendahuluinya. Dan apabila kalian bermaksud memandikannya, maka
mandikanlah.
Hadist shahih riwayat Muslim (Shahih Muslim,
kitab al-Salam, no.4058), Tirmidzi (Sunan al-Tirmidzi, kitab al-Thibb
‘an Rasullillah, no.1988), dan Ahmad (Musnad Ahmad, no.2348, 2549).

Komentar
Posting Komentar