Langsung ke konten utama

Qiyamu Ramadhan



Qiyamu Ramadhan

a. Shalat Tarwih
عن أبى هريرة  قال كانا رسول الله صلم. يرغب فى قيام رمضان من غير أن يأمر فيه بعزيمة فيقول ׃ من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما قدم من ذنبه.
Artinya : Dari Abu Hurairah berkata : Rasullullah saw senang sholat (malam) di bulan ramadhan (qiyamu ramadhan), dengan tidak menyuruhnya hal itu sebagai satu keharusan (‘azimah), bahkan ia bersabda : “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan karena keimanan dan mengharap keridhaan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Jama’ah)

و عن  عاﺋﺷﺔ ر.ض. عنهما قالت ماكان رسول الله صلم. يزيد فى رمضان و لا فى غيره على إحدى عشرة ركعة يصلى أربعا فلا تسأل عن حسنهن و طولهن ثم يصلى أربعا فلا تسأل عن حسنهن و طولهن ثم يصلى  ثلاثا فقلت يارسول الله أتنام قبل أن توتر؟ فقال يا عاﺋﺷﺔ إن عينى تنامان  و لا ينام قلبى.
Artinya : “Dan dari Aisyah ra berkata : Rasullullah saw. Tidak pernah shalat malam lebih dari 11 rakaat baik itu pada bulan ramadhan maupun pada bulan lainnya, di mana beliau shalat 4 rakaat yang cukup lama dan sempurna, kemudian beliau shalat 4 rakaat yang sama lama dab sesempurna khusyu’nya, kemudian beliau shalat 3 rakaat. Saya bertanya, “ Wahai Rasulullah apakah engkau tidak tidur sebelum shalat witir ?Beliau menjawab : Wahai Aisyah sesungguhnya kedua mataku terpejam, tetapi hatiku tidak tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

b. Tadarus dan Jud
عن إبن عباس ر. ض. قال׃ كانا رسول الله صلم. أجود الناس و كان أجود  ما يكون فى رمضان حين يلقاه جبريل و كان يلقاه فى كل ليلة من رمضان فيدارسه القرأن فلرسول الله صلم. أجود بالخير من الريح المرسلة.
Artinya : “Dari Ibnu Abbas ra. Berkata : Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan yakni ketika ia ditemui oleh Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam  bulan ramadhan, dibawanya  mempelajari Al-Qur’an. Maka Rasulullah saw. Lebih bermurah hati melakukan kebaikan dari pada angin bertiup.” (HR. Bukhari)

c. Lailatul Qadar
عن أبي هريرة ر.ض. عن النبي صلم. قال ׃ من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما قدم من ذنبه.
Artinya : “Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda : Barang siapa beribadah pada malam qadar dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)

 عن إبن عمر ر. ض. أن رجالا من أصحاب النبي صلم. أروا ليلة القدر فى المنام فى السبع الأواخر فقال رسول الله صلم.  أرى رؤياكم قد  تواطأت  فى السبع الأواخر فمن  كان متحريها فليتحرها فى السبع الأواخر.
Artinya : “Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya beberapa sahabat Nabi saw. Memimpikan lailatul qadar pada tujuh malam yang terakhir (dalam bulan Ramadhan), kemudian Rasulullah saw bersabda : Aku perhatikan impianmu itu benar-benar tepat pada tujuh malam terakhir, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh pada tujuh malam yang terakhir.” (HR. Bukhari – Muslim)

 و عن  عاﺋﺷﺔ ر.ض. قالت ׃ كانا رسول الله صلم. يجاور فى العشر الأواخر من رمضان و يقول ׃ تحروا ليلة القدر فى العشر الأواخر من رمضان.  
Artinya : “Dari Aisyah ra. Ia berkata : Rasullullah saw. Selalu beri’tikaf pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan ramadhan, serta bersabda : Bersungguh-sungguhlah kalian mencari lailatul qadar pada sepuluh malam yang terakhir di bulan ramadhan.” (HR. Bukhari – Muslim)

و عنها ر.ض. أن رسول الله صلم. قال تحروا ليلة القدر فى الوتر من العشر الأواخر من رمضان.
Artinya : “ Dan dari Aisyah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : Bersungguh-sungguhlah kalian mencari lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam yang terakhir di bulan ramadhan.” (HR. Bukhori)

و عنها ر.ض. قالت ׃ قالت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال  قولى ׃ أللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنى.
Artinya : “Dan dari Aisyah ra. Berkata : saya bertanya, ya Rasullullah bagaimana pendapatmu seandainya saya mengetahui malam itu adalah malam qadar, apakah yang harus saya baca pada malam Qadar tersebut ? Beliau bersabda : Bacalah : .... (Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf, dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku ini.” (HR. Turmudzi dan berkata hadist ini hasan shohih)

d. I’ikaf
ولا تباشرو هن و أنتم عاكفون فى المساجد.                      
Artinya : “Dan janganlah kamu campuri isteri-isterimu itu sementara kamu sedang beri’tikaf di masjid.”  (QS. Al-Baqarah : 187)

عن إبن عمر ر. ض. عنهما قال ׃ كانا رسول الله صلم.  يعتكف العشر  الأواخر من رمضان.
Artinya : “ Dan dari Ibnu Umar ra. Berkata : Rasulullah saw selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan. (HR. Bukhari – Muslim)

و عن  عاﺋﺷﺔ ر.ض. أن النبي صلم. يعتكف العشر  الأواخر من رمضان حتى توفاه الله عز و جل ثم اعتكف أزواجه من بعده.
Artinya : “Dari Aisyah ra. Berkata bahwasanya Rasulullah saw. Selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan sehingga beliau dipanggil oleh Allah Azza wa Jalla (wafat). Kemudian sesudah beliau wafat, isteri-isterinya meneruskan kebiasaan i’tikaf yang selalu dikerjakan oleh beliau.” (HR. Bukhari – Muslim)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN MUI DALAM PERBANKAN SYARIAH

PERAN MUI DALAM PERBANKAN SYARIAH Sebagai salah-satu lembaga utama yang menopang perkembangan industri perbankan syariah nasional, MUI terus melakukan upaya signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. Bank Indonesia sebagai otoritas terus menjalin kerjasama dengan MUI dalam rangka mencapai tujuan tersebut, khususnya dalam pelaksanaan penerbitan fatwa produk dan jasa perbankan syariah. Selain itu, MUI juga ikut diwujudkan program peningkatan kompetensi dan program sosialisasi perbankan syariah. Program peningkatan kompetensi dilakukan dengan mengikutsertakan anggota DSN-MUI dalam seminar atau konferensi internasional dan kegiatan study visit ke lembaga-lembaga keuangan syariah di luar negeri. Sementara itu program sosialisasi dilakukan dengan mengikutsertakan angota DSN-MUI sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan training dan program peningkatan pemahaman masyarakat khususnya kalangan ulama dan perguruan tinggi agama dalam bentuk seminar...

ORANG YANG MERUQYAH DAN ORANG YANG DIRUQYAH

ORANG YANG MERUQYAH 1.       Bermodalkan tsabat/ keteguhan dalam menghadapi setiap ancaman kemungkaran. Beraqidah bersih sesuai dengan qidah Salafus Shalih. Menjaga kebersihan Tauhid dan selalu mengingat Allah dalam ucapan dan perbuatan. Berkeyakinan bahwa firman Allah SWT berpengaruh kepada fisik, jiwa dan makhluk lainnya. Dianjurkan sudah menikah. Menjauhi hal-hal yang diharamkan dengan keikhlasan kepada Allah SWT. Menjaga ketaatan kepada Allah SWT, semaksimal mungkin dengan keikhlasan kepada-Nya.   Senantiasa membentengi diri dengan Hizb. Perlindungan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. ORANG YANG DIRUQYAH Bertaubat kepada Allah SWT. Atas segala dosa : Syirik, bid’ah, khurafat, nafsu kotor, dsb. Suasana sekitarnya bersih dan benar : Ø   Yang Dilihat (bersih dari patung, gambar, aurat, dsb). Ø   Yang Didengar (bersih dari lagu, musik). Ø   Bersih dari Kemaksiatan yang lainnya. ...

Kapan Zakat Profesi Ditetapkan?

Kapan Zakat Profesi Ditetapkan?              Zakat profesi ditetapkan berdasarkan fatwa ulama yang dihasilkan oleh Muktamar Internasional Pertama tentang Zakat di Kuwait pada tanggal 30 April 1984. Hasil Muktamar tersebut menyatakan tentang wajibnya zakat profesi apabila telah mencapai nishab. Para peserta muktamar hanya berbeda pendapat dalam cara mengeluarkannya, namun wajibnya zakat profesi telah menjadi kesepakatan peserta muktamar.             Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya pada tanggal 07 Juni 2002 juga menetapkan bahwa: “Setiap penghasilan atau pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara yang halal, baik yang rutin maupun yang tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari perkerjaan bebas lainnya, wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mem...