1.
Pendekatan
Pemikiran Kalam
Tampaknya
sampai kini masih dalam perdebatan, paling tidak, pada tingkat semantik.
Tentang penggunaan istilah teolgi (islam) dan pengidentiknya dengan ilmu kalam.
Mereka yang melatar belakangi dalam tradisi keislaman konvesional mengartikan
teologi islam sebagai ilmu kalam yakni disiplin yang mempelajari ilmu ketuhanan
bersifat abstrak, polemis, spekulatif, dan normatif.
Seperti
yang terungkap dalam judul buku “Teologi” tulisan Harun Nasution dan A. Hanafi.
Sementara itu bagi mereka yang terlatih dalam tradisi barat dan tidak mempelajari
islam dari studi-studiformal lebih melihat teologi sebagai pemahaman serta
penafsiran terhadap realitas dalam perspektif.
Ilmu
kalam adalah ilmu yang membicarakan tentang wujud Tuhan (Allah), sifat-sifat
yang mesti ada pada-Nya, sifat-sifat yang mesti tidak ada pada Nya serta
sifat-sifat yang mungkain ada pada Nya dan membicarakan pula tentang
Rosul-rosul tuhan , untuk menetapkan kerosulannya dan mengetahui sifat-sifat
yang mesti ada pada Nya, sifat-sifat yang tidak mesti ada pada Nya dan sifat-sifat
yang mungkin terdapat padanya.
2.
Pendekatan
Filsafat
Filsafat
berasal ari bahasa Arab yang berhubungan erat dengan kata aslinya yakni bahasa
Yunani Phileshopia: secara harfiah, Philo: cinta, Shopia: hikmah, kebijakan.
Selain itu filsafat dapat pula diartikan mencari hakikat sesuatu berusaha
menemukan sebab dan akibat serta berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman
manusia.
Srdangkan sidi
gazali begpendapat filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematis,
radikal dan universal dalam rangka mencapai kebenaran, inti, hikmah, atau
hakikat mengenai segala sesuatu yang ada.
Tujuan
berfilsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya. Jika kebenaran yang
sebenarnya dirumuskan secara sistematis maka ia adalah sistematis filsafat.
Sistematika filsafat itu terbagi atas tiga cabang filsafat besar yakni teori
pengetahuan teori hakekat dan teori nilai.
Sedangkan
objek penelitian filsafat dapat dibedakan menjadi dua. Pertama objek materia
yakni semua yang ada, mungkin ada serta pengetahuan tentang nilai. Sebagai catatan
yang diteliti adalah mengenai bagian abstrak dari obyek tersebut. Contoh
tentang penelitihan menusia yakni bagian yang merupakan hakikat yang abstrak
yakni eksistensinya dan nilai-nilai kemanusiaannya. Kemudian mengenai obyek
formanya yakni penelitihan yang mendalam, sistematis, universal dan radikal.
3.
Pendekatan
Pemikiran Tasawuf
Islam
adalah agama yang bersifat universal, memberikan jawaban asasi terhadap
berbagai kekebutuhan menusia, lahiriyah, batiniyah, individual serta kolektif.
Tasawuf merupakan salah satu bidang studi islam yang memfokuskan perhatiannya
pada dimensi esoterik yakni pembersihan aspek rohani sehingga dapat menimbulkan
akhlak mulia.
Melalui
studi tasawuf ini, seseorang dapat menegtahui tata cara melakukan pembersihan
jiwa srta mengamalkan secara benar. Dari pengetahuan ini ia akan tampil sebagai
seorang yang terampil dan pandai pada saat ini berinteraksi dengan orang lain
atau pada saat melakukan aktifitas dunia yang menentukan kejujuran, keikhlasan
serta tanggung jawab.
Menarik
sekali AbbudinNata dalam bukunya Metodologi Studi Islam menjelaskan pengertian
tasawuf. Terdapat tiga sudut pandang yang digunakan para ahli dalam
mendefinisikan tasawuf.
Pertama,
sudut pandang manusia sebagai makhluk terbatas. Kedua, sudut pandang manusia sebagai
makhluk yang harus berjuang, dan ketiga, sudut pandang manusia sebagai makhluk
ber-Tuhan.

Komentar
Posting Komentar