KEWAJIBAN BERTAUBAT
Bapak-bapak dan
saudara-saudara pengunjung jum’at yang saya muliakan.
Hendaklah kita semua selalu bertaqwa
kepada Allah SWT dan hendaklah kita memperbanyak taubat kepada-Nya dengan
sebenar-benar taubat atas segala dosa dan kesalahan, baik dosa maupun kesalahan
yang kita perbuat dengan sengaja ataupun tidak dengan sengaja.
Kita selaku manusia biasa tentu saja
berbuat banyak dosa sebab syaitan selalu melingkari kita, maka sewajarnyalah
kalau kita memperbanyak bertaubat kepada Allah SWT, sedangkan Rasulullah SAW
yang bersifat ma’shum (tidak dapat tergoda oleh syaitan) setiap harinya tidak
kurang dari tujuh puluh kali beristighfar dan bertaubat kepada Allah.
Beliau bersabda
(HR Bukhori dari Abu Hurairoh RA) :
Artinya :
“ Demi Allah,
sesungguhnya aku beristighfar (mohon ampun) kepada Allah dan bertaubat
kepada-Nya dalam seharinya lebih dari tujuh puluh kali “
Kalau Rasulullah SAW demikian
keadaannya, maka alangkah pentingnya istighfar dan taubat itu bagi manusia
biasa yang selalu menjadi sasaran syaitan untuk diajak ke arah
perbuatan-perbuatan dosa. Syaitan sebagai musuh manusia tidak jemu-jemunya
menggoda manusia agar menjadi orang yang sesat. Ketika Iblis diusir keluar dari
Syurga, dia mengajukan permohonan kepada Allah untuk ditangguhkan usianya
sampai hari kiamat untuk menggoda manusia. Dikala itu iblis berkata (Al-Hijir:
39/15) :
Artinya :
“ Wahai Tuhanku,
oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku ini sesat, pasti aku akan
menjadikan mereka (manusia) memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi,
dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba engkau yang
mukhlis (ikhlas) diantara mereka. “
Syaitan sebagai keturunan Iblis,
jelas menjadi musuh bebuyutan bagi manusia yang tak boleh kita anggap ringan
dan tidak boleh kita anggap sebagai kawan. Firman Allah (Fathir : 6 / 35 ) :
Artinya :
“ Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuhmu, karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka sa’ir. “
Menyadari akan hal itu, maka
seharusnya kita selalu waspada terhadap godaan syaitan dan memperbanyak istighfar
dan bertaubat kepada Allah agar semua dosa-dosa kita akibat godaan syaitan
diampuni dan dihapus dari buku catatan. Menyadari diri bahwa banyak dosa yang
dilakukan dan lalu diikuti dengan istighfar dan bertaubat termasuk, perbuatan
yang terpuji, sebagimana Rasullullah SAW bersabda (HSR Ahmad dalam musnadnya,
Trimidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim) sbb :
Artinya :
“ Setiap anak
Adam (manusia adalah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah,
ialah yang masih mau bertaubat.”
Karena itu Rasulullah SAW
memerintahkan agar kita beristighfar dan bertaubat sebagaimana sabdanya (HSR
Muslim dari Al-Aghor bin Yasa RA) sbb :
Artinya :
“ Wahai manusia,
bertaubatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, aku sendiri
bertaubat dalam seharinya seratus kali.”
Setelah kita bertaubat dan
beristighfar, diseyogyakan memperbanyak amalan-amalan yang baik semisal
sedekah, sembahyang sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, mengunjungi
pengajian-pengajian dan sebagainya, sebab amalan-amalan yang baik dapat
menghapus kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa, sebagaimana firman Allah (Huud :
114 / 11 ) sbb :
Artinya :
“ Dan dirikanlah
sembahyang itu pada dua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian
permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu
menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi
orang-orang yang ingat. “
Dalam rangka bertaubat, hendaknya
kita bersangka baik terhadap Allah, bahwa Allah akan menerima taubat kita dan
akan memberikan ampunan-Nya, sebab Allah merasa gembira bila ada hamba-Nya yang
mengakui dosanya dan lalu bertaubat kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda (HSR
Bukhori dan Muslim) sbb :
Artinya :
“ Sungguh Allah
lebih gembira dengan adanya permohonan taubat dari hambanya tertimbang dengan
gembiranya salah seorang dari kamu yang menemukan untanya secara tidak sengaja
yang sedang hilang di tengah-tengah padang
pasir.”
Demikianlah, maka khutbah ini saya
akhiri dengan firman Allah (At-Tahriim : 8 / 66 ) sbb :

Komentar
Posting Komentar