BEBERAPA ASPEK PEMIKIRAN
ISLAM ALA MUHAMMADIYAH
·
Pemikiran Islam Muhammadiyah bertitik tolak dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah (Al-Maqbullah), sesuai dengan :
1)
Pasal 4 ayat (1) ADM,
2)
Putusan Tarjih Jakarta 2000, Bab II ayat (1), dan
3)
Semboyan gerakan “Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah” .
(Ar Rujuu’a ilal Qur’an was Sunnah)
- Pasal 4 ayat (1) ADM
menegaskan :
Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Dakwah Amar MA’ruf Nahi
Munkar dan Tajdid, bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Putusan Tarjih Jakarta
2000 BAB II angka 1 menegaskan :
Sumber Ajaran Islam adalah Al-Qur’an
dan As-Sunnah al-Maqbullah.
- Dengan As-Sunnah
al-Maqbullah
Dimaksudkan :
1) Sunnah yang direkam dan dilaporkan melalui hadist-hadist sahih,
2) Sunnah yang direkam dan dilaporkan melalui hadist-hadist hasan,
3) Sunnah yang direkam dan dilaporkan melalui hadist-hadist hasan li
ghairihi, yaitu hadist-hadist dhaif yang :
i.
Kedhaifannya bukan karena
rawi tertuduh pendusta,
ii. Jalur periwayatnya banyak sehingga saling menguatkan,
iii. Ada indikasi berasal dari Rasullullah SAW,
iv. Tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist Shahih lainnya
Sesuaidengan kaidah dalam
Putusan Tarjih Jakarta, 2000:
الأحاديث الضعيفة يعضد بعضها
بعضالا يحتج بها إلا مع كثرة طرقها و فيه قرينة
تدل على ثبوت أصلها و لم تعارض القرآن و الحديث الصحيح.
- Hadist-Hadist Dhaif yang satu sama lainnya saling menguatkan
tidak dapat dijadikan sebagai hujjah, kecuali apabila banyak jalannya dan
padanya terdapat karinah yang menunjukkan keoutentikan asalnya serta tidak
bertentangan dengan al-Qur’an dan shahih.
- Pemahaman kedua sumber
al-Qur’an dan as-Sunnah didasarkan kepada integrasi pendekatan bayani,
burhani, dan ‘irfani, sesuai Putusan Tarjih Jakarta 2000, Bab II ayat
(2):
“Pemahaman terhadap kedua sumber
tersebut dilakukan secara komprehensif-intregalistik melalui pendekatan
pendekatan bayani, burhani, dan irfani dalam suatu hubungan yang
bersifat spiral.”
- Pendekatan bayani adalah
:
Pendekatan adalah penggunaan
argumen-argumen tekstual dan metode yang dikembangkan dalam tradisi bayani.
- Pendekatan Burhani adalah
:
Pendekatan rasional dengan
memanfaatkan capaian ilmu pengetahuan dalam peradaban manusia.
·
Pendekatan ‘Irfani adalah :
Pendekatan melalui peningkatan
kesadaran batin dan mempertajam sensitivitas nurani subyek yang melakukan
pengkajian.
- Orientasi pemahaman
adalah tajdid, sesuai dengan identitas gerakan Muhammadiyah sebagai
gerakan Islam yang berhaluan tajdid, sesuai dengan ps. 4 ayat (1) AD.
- Tajdid berarti :
1)
Pemurnian dalam bidang aqidah dan ibadah.
2)
Dinamisasi dalam bidang kehidupan muamalah duniawiyah dan
sosial kemasyarakatan.
Dinamisasi artinya adalah mengembangkan kehidupan
kemasyarakatan dengan bertitik tolak dari nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip
universal Islam.

Komentar
Posting Komentar