Bacaan dalam Shalat Witir
عن أبى ابن كعب قال ׃ كانا رسول الله صلم. يقرأ فى الوتر سبح اسم ربك الأعلى و قل ياآيها
الكافرون و قل هو الله أحد.
(01) Artinya : “Dan dari Ubay bin Ka’ab
berkata : Rasullullah saw. Dalam shalat witir biasa membaca surat SABBIHISMA
RABBIKAL A’LA, QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUN, dan QUL HUWALLAHU AHAD.” (HR. Imam
yang lima kecuali Turmudzi)
عن عبد العزيزبن جريج ر.ض. قال سألنا عاﺋﺷﺔ بأي شئ كان يوتر رسول الله صلم.؟ قالت كان يقرأ فى الأولى بسبح اسم ربك الأعلى و
فى الثانية بقل ياآيها الكافرون و فى الثا لثة بقل
قل
هو الله أحد و المعوذتين.
(02) Artinya : “Dari Abdul Aziz bin
Juraij, berkata : Kami bertanya kepada Aisyah ra. : Surat apakah yang dibaca
oleh Rasulullah saw. Dalam shalat witirnya ? Aisyah ra. Menjawab : Rasulullah
saw selalu membaca surat SABBIHISMA RABBIKAL A’LA pada rakaat pertama, dan pada
rakaat kedua membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUN, dan pada rakaat ketiga membaca
QUL HUWALLAHU AHAD dan membaca surat MU’AWIDAIN (Surat Al-Falaq dan An-Nas).” (HR.
Ash Habus Sunan)
لحديث أبو
داود و النسائ كان يوتر بسبح اسم ربك الأعلى و قل ياآيها الكافرون و قل هو
الله أحد. زاد النسائ و
لا يسلم إلا أخراهن.
(03) Artinya : Dari riwayat Abu Daud dan Nasa’i : Nabi saw. Selalu
dalam shalat membaca SABBIHISMA
RABBIKAL A’LA, QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUN, dan QUL HUWALLAHU AHAD. Dan Nasa’i
menambahkan : Ia tidak salam kecuali pada rakaat terakhir (ketiga).
و سئلت عائشة ر.ض. عنها ׃ اكان النبي صلم. يسر بالقراءة
فى الوتر أم يجهر؟ قالت كل ذلك كان يفعل ربما أسر وربما جهر.
(04) Artinya : “Aisyah
ra. Pernah ditanya : Apakah Nabi saw. Melakukan bacaan surat dalam witirnya
atau mengeraskannya ? Aisyah ra. Menjawab :
Semua pernah dilakukan olehnya, kadang-kadang ia memelankan bacaannya
dan kadang-kadang mengeraskannya. (HR. Muslim dan Abu Daud)
Dari hadist no 1, 2, 3 menjelaskan
bahwa jika mengerjakan shalat sebanyak tiga rakaat, maka surat yang dibaca
sesudah membaca surat al-Fatihah adalah membaca SABBIHISMA RABBIKAL A’LA pada
rakaat pertama, QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUN pada rakaat kedua, dan pada rakaat
ketiga membaca surat QUL HUWALLAHU AHAD. Pada hadist no 2 ditambah surat
Mu’awidaini yaitu surat al-falaq dan surat an-Nas pada rakaat ketiga. Disamping
itu, an-Nasa’i menjelaskan bahwa sholat witir yang tiga rakaat itu, salam pada
rakaat yang ketiga saja. Dalam hadist no 4 dijelaskan bahwa Aisyah ra. Bahwa
nabi saw. Membaca surat al-Qur’an pada waktu mengerjakan shalat itu
kadang-kadang dibaca keras, kadang-kadang dibaca dengan pelan.
Sayid Sabiq (Fiqh Sunah I : 195)
menjelaskan bahwa bacaan al-Qur’an dalam shalat witir sesudah membaca surat
al-Fatihah itu boleh menggunakan (membaca) ayat al-Qur’an manapun yang
dikehendaki. Ali ra. Berkata bahwa : “Di dalam Al-Qur’an itu tidak ada yang
diabaikan. Karena itu dalam shalat witir, anda boleh membaca ayat al-Qur’an
mana saja yang anda kehendaki”.

Komentar
Posting Komentar