Aliran NU(Nadhatul
Ulama) dan Muhammadiyah
Meskipun dalam
wujudnya pemahaman ideologi keagamaan sangat beragam di Indonesia terutama di
dalam masyarakat Jawa hanya dikenal adanya Islam NU dan Muhammadiyah.NU sering
dilihat sebagai kelompok tradisionalis,sementara muhammadiyah sebagai kelompok
modernis.Namun dikotomi ini kemudian dianggap tidak layak lagi,karena dalam
perkembangan selanjutnya,NU bersifat lebih terbuka terhadap modernitas.Bahkan
dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Arbiyah Lubis,ditemukan bahwa
Muhammadiyah termasuk dalam kelompok tradisionalis modernis. Di mana
Muhammadiyah tampil sebagai modernis hanya dalam dunia pendidikan. Akan tetapi
dalam memahami teks al-Qur’an dan Hadits
sebagai sumber ijtihad, Muhammadiyah berada dalam kelompok tradisionalis.
Beberapa hal
yang menjadi perbedaan antara NU dan Muhammadiyah adalah bahwa NU dan
Muhammadiyah adalah bahwa NU tidak menolak beberapa praktik ritual yang tidak
tertulis dalam Hadits sahih atau tidak sesuai dengan pemikiran modern, karena
menurut mereka sesuatu yang tidak tercantum dalam Hadits sahih itu tidak
berarti bertentangan dengan Islam selama masih belum menyangkut masalah
akidah.Sebaliknya, Muhammadiyah menganggap sesuatu yang tidak tercantum di
dalam Hadits sahih dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang dari ajaran Islam
dan tidak boleh diamalkan, karena akan berdosa dan berimplikasi buruk terhadap
akidah. Dalam bentuk praktik ritual di waktu sholat jum’at NU menggunakan dua
adzan, sementara Muhammadiyah menggunakan satu adzan. Bentuk mimbar yang
digunakan juga berbeda, NU menggunakan mimbar bertongkat,sementara Muhammadiyah
menggunakan bentuk mimbar modern. Perbedaan lain yang sangat mencolok adalah
dalam penetapan awal puasa dan hari raya, pelaksanaan sholat tarawih dan sholat
id. Kelompok NU dalam menetapkan awal bulan puasa dan hari raya berpegang pada
konsep ru’yah, sementara Muhammadiyah berpegang pada hisab. Dalam pelaksanaan
sholat tarawih, kelompok NU berpegang pada jumlah 20 raka’at , sementara Muhammadiyah
berpegang pada jumlah 8 raka’at. Dalam pelaksanaan sholat Id kelompok NU
melakukannya di masjid sementara orang Muhammadiyah di lapangan terbuka.Masih
banyak lagi beberapa bentuk perbedaan yang lain,yang bisa dijadikan sebagai
dasar dalam memilah masyarakat Islam di Indonesia.

Komentar
Posting Komentar