Adab Shaum Ramadhan
a. Ta’jil
عن سهل بن سعد ر.ض. أن رسول الله صلم ؛ لا
يزال الناس بغير ما عجلوا الفطر.
Artinya : “Dari Sahl bin Sa’ad RA, bahwa
Rasullullah SAW bersabda : Manusia selalu dalam kebaikan, selama dia
menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari Muslim)
عن أبي هريرة ر.ض. قال: قال رسول الله صلم. قال الله عزوجل ؛ أحب عبادى إلي أعجلهم فطرا.
Artinya : “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata
: Rasulullah SAW bersabda : Allah Azza wa Jalla berfirman : Hamba-hamba-Ku yang
paling Aku sukai adalah yang paling cepat jika berbuka puasa.” (HR.
Turmudzi dan hadist ini hasan)
عن سلمان ابن عامر الضبي الصحابي ر.ض. عن النبي صلم. قال ؛ إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإن
لم يجد فليفطر على ماء فإنه طهور.
Artinya : “Dari Salman bin Amir Adl-Dlobiyi
Ash-Shahabiyi ra. Dari Nabi SAW bersabda : Apabila salah seorang di antara
kalian berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma apabila tidak ada kurma
hendaklah berbuka dengan air, karena sesungguhnya air itu dapat membersihkan.” (HR.
Abu Dawud, Turmudzi)
عن أنس ر. ض قال ׃ كان رسول الله صلم. يفطر قبل أن يصلى على
رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات فإن لم تكن تمبرات حسا حسوات من ماء.
Artinya : “Dari Anas ra. Berkata :
Rasullullah saw selalu berbuka dengan beberapa biji kurma yang baru masak
sebelum shalat, jika tidak ada biji kurmayang kering, maka beliau meneguk air
beberapa teguk.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)
b. Berdo’a sehabis berbuka
عن عبد الله بن أبى مليكة عن عبد الله بن عمرو بن العاص ر.ض. قال ׃ سمعت رسول الله صلم. يقول إن للصاﺋﻢ عند فطره
لدعوة ما ترد قال ابن أيى مليكة׃ سمعت عبد الله عمر إذا أفطر يقول ׃ أللهم أسألك برحمتك التى و سعت كل شئ
أن تغفرلى.
Artinya : “Dari Abdullah bin Mulaikah dari
Abdullah bin Amr bin Ash ra. : berkata :
saya mendengarkan Rasullullah saw bersabda : Sesungguhnya bagi orang yang
berpuasa itu ketika berbuka adalah (tempat) berdo’a yang tidak akan ditolak.
Ibnu Abi Mulaikah selanjutnya berkata : saya mendengar Abdullah bin Amr
apabila telah berbuka membaca do’a : Ya
Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu dengan Rahmat-Mu yang luas meliputi
segala sesuatu, agar Kau ampuni aku.” (HR. Ibnu Majah)
عن إبن عمر ر. ض. قال كان النبي صلم. إذا أفطر
قال ׃ ذهب الظمأ و البتلت العروق و ثبت الأجر إن شاء الله تعالى.
Artinya : “Dari Ibnu Umar ra. Berkata :
Adalah Nabi saw. Jika berbuka berdo’a : Haus telah hilang, urat-urat telah
basah dan semoga pahala tetap didapatkan Insya Allah.” (HR. Abu Daud,
An-Nasa’i).
عن معاذ بن زهرة ر.ض. قال : إن النبى صلم. كان إذا
أفطر قال ׃
أللهم لك صمت و على رزقك أفطرت.
Artinya : “Dari Mu’adz bin
Zuhrah ra. Menyatakan : Sesungguhnya Nabi saw adalah jika berbuka berdo’a : Ya
Allah karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu
Dawud)
c. Sahur
عن أبى ذر أن النبي صلم. كان يقول ׃ لا تزال أمتى بخير ما أخروا السحور و عجلوا الفطر.
Artinya : “Dari Abu Dzar RA, sesungguhnya
Nabi SAW senantiasa bersabda : Senantiasa
umatku berada dalam kebaikan, selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.” (HR. Ahmad)
و عن أنس أن النبي صلم. قال تسحرو فإن فى السحور
بركة.
Artinya : “Dan dari Anas
sesungguhnya Nabi saw. Bersabda : sahurlah kamu. Karena dalam sahur itu ada
berkahnya.” (HR Jamaah kecuali Abu
Daud)
و عن عمرو بن العاص قال ׃ قال رسول الله صلم. ׃ إن فضل ما بين صيامنا و صيام أهل الكتاب أكلت السحر.
Artinya
: Dan dari Amr bin ‘Ash berkata : Rasullullah saw. Bersabda : sesungguhnya
perbedaan puasa kita dengan puasanya ahli kitab yaitu makan sahur.” ( HR Jamaah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah)
d. Menjauhi yang dapat mengurangi pahala shaum
عن أبى هريرة أن النبي صلم. قال ׃ إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث يوﻤﺋﺫ و لا يصخب
فإن شأتمه أحد أو قأنله فليقل إنى امروء صاﺋﻢ.
Artinya : “Dari Abu
Hurrairah sesungguhnya nabi saw bersabda : Apabila salah satu di antara kamu
sedang berpuasa, maka janganlah beromong kotor pada waktu itu dan jangan pula
berkata keras dan jika ia dicaci oleh seseorang atau diajak bertengkar, maka
katakanlah : sesungguhnya aku orang yang sedang berpuasa.”
عن أبى هريرة قال ׃ قال رسول الله صلم. من لم يدع قول الزور و العمل بهى فليس لله حاجة فى
أن يدع طعامه و شرابه.
Artinya : “ Dan dari Abu
Hurairah ia berkata Rasullullah saw bersabda : Barang siapa tidak meninggalkan
omongan kotor dan perbuatan dosa, maka Allah tidak lagi membutuhkan dia dalam
meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR Jamaah, kecuali Muslim dan
Nasa’i)

Komentar
Posting Komentar