Macam-macam Ritual Dalam Islam - Secral umum ritual
dalam islam dapat dibedakan menjadi dua : ritual yang mempunyai dalil tegas dan
eksplisit dalam al-Qur’an dan sunnah; dan ritual yang tidak memiliki dalil,
baik dalam Al-Qur’an maupun dalam sunnah.
Selain perbedaan tersebut,ritual dalm islam dapat
ditinjau dari sudut tingkatan.Dari segi ini,ritual dalam islam dapat dibedakan
menjadi tiga : primer, sekunder dan tertier.
1. Ritual islam primer adalah ritual yang wajib dilakukan oleh umat islam. Kehidupan
seorang muslim dalam semua aspek diatur oleh Allah melaluin wahyu dan teladan
hidup (sunnah) Nabi Muhammad SAW. Kehidupan Islami tidak hanya
berdasarkan pada teori atau filsafat
kehidupan yang hanya dimengerti oleh segelintir orang, tetapi pada kehidupan yang dicontohkan oleh seorang manusia yang dipilih oleh
Allah untuk membimbing manusia. Umpamaya, shalat lima
waktu dalam ssehari semalam.kewajiban ini disepakati oleh para ulama karena
berdasarkan ayat al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW. Terdapat pada surat
al-Isra’ [17] : 78
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir
sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[865].
Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Shalat, dalam ilmu fiqih didefinisikan sebagai “
perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam”. Definisi
tersebut adalah dari aspek hukum yang selama ini dilihat dari segi praktik yang
formalitas, karena belum tentu sah dan tidaknya shalat akan dilihat dari penuh
tidaknya gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan praktik shalat tersebut, yang
biasanya disebut syarat dan rukun. Shalat adalah rukun yang kedua setelah syahadah,
ikrar keimanan. Kita berkali-kali diperintahkan al-Qur’an untuk mendirikan
shalat dan mendirikannya dengan teratur dan ikhlas. Shalat berasal dari akar
bahasa Arab yang berarti shilah atau hubunagn. Oleh karena itu shalat adalah
penghubung kita atau jembatan kepada Allah Swt. Sebagaimana diriwayatkan bahwa
setelah mi’raj, perjalanan Nabi ke langit, kapanpun beliau merindukan untuk
dihadapan Allah kembali, Nabi Muhammad akan memerintahkan kepada bilal, “ Hai
Bilal, kumandangkanlah adzan”. Shalat-shalat yang kita kerjakan dapat dianggap
sebagai perjalanan spiritual kita setiap hari. Sebuah perjalanan mi’raj.
Shalat harus selalu dimulai dengan niat.
Sebelumnya kita berwudlu, mencuci tangan, wajah, dan kaki. Apa yang membedakan
shalat dan aktivitas-aktivitas lain yang mellibatkan pergerakan tubuh adalah
bahwa ketika kita berdiri menghadap Allah kita berdiri dengan niat bahwa kita
akan mengerjakan shalat. Akan tetapi permulaan shalat bukanlah panggilan untuk
shalat (adzan). Seorang boleh berkata-kata selama adzan, termasuk iqamah, dan
tetap mengucapkan apapun yang perlu
diucapkannya sampai ia mengucapkan takbirotul ihram, atau konsentrasi dilakukan
ketika seorang berniat dan mengucapkan Allahu Akbar. Setelah seseorang melewati
takbiratur ihram ini ia tidak lagi bebas. Dia memasuki dunia yang lainnya.
Menurut hadist ketika seseorang berdiri dalam shalatnya adalah seperti ia
berdiri dengan salah satu kakinya didunia ini dan yang satunya lagi didalam
kubur. Ia berdiri dihadapan Allah.[1]
Macam-macam Ritual Dalam Islam - Hubungan kita kepada Allah melalui ibadah
berdasarkan pada dua bentuk. Pertama, adalah ibah wajib yang kita kenal
sebagai Shalat. Kedua, doa sebagai bentuk permohonan dan rasa terima
kasih sebagai ibadah tambahan yang tidak wajib. Shalat harus didirikan lima
kali sehari bagaimana keadaannya. Ketika seseorang sakit dan tidak dapat
berwudlu, shalat dapat dilakukan tanpa berwudlu. Dalam hal ini bisa dengan
membersihkan wajah dan tanngan dengan debu yang bersih (tayamum) sebagai
pengganti membasuh dengan air. Tayamum juga dapat dilakukan jika tidak ada air.
Jika seseorang tidak dapat ruku’ atau sujud dalam shalat maka ia dapat shalat
sambil berbaring, duduk atau dengan isyarat yang mewakili gerkan shalat dengan
cara apapapun yang bisa dilakukannya. Satu-satunya hal yanh membolehkan
seseoraang untuk tidak melakukan shalat adalah gangguan mental. Semua penyakit,
yang berat maupun yang ringan tidak dapat dijadikan alasan bagi seseorang untuk
tidak melakukan shalat.
Macam-macam Ritual Dalam Islam - Doa adalah suatu permohonan, suatu cara untuk
membawa keinginan, masalah, dan kebutuhan seseorang ke hadapan Allah. Doa
membuat hubungan antara induvidu dan Allah, sementara shalat wajib, membuat
hubungan antara induvidu sebagai bagian dari umat dengan Allah.Ketika seorang
Muslim melaksakan shalat dan menghadapkan wajahnya ke ka’bah, ia menyadari
bahwa ada jutaan saudaranya sesama umat Muslim juga melakukan yang sama. Dengan
demikian ia shalat dalam suatu kebersamaan dengan mereka, meskipun ia melakukan
shalat sendirian di rumahnya. Kebersamaan merupakan hal yang sangat penting
dalam islam. Oleh karena itu shalat yang terbaik dianggap oleh islam adalah
shalat berjama’ah. Dimanapun dimungkinkan, kita dianjurkan untuk melaksanakan
shalat secara berjama’ah dari pada sendiri-sendiri (munfarid).[2]
2. Ritual Islam
yang sekunder adalah ibadah shalat sunah, umpamanya bacaan dalam rukuk dan
sujud, shalat berjamaah, shalat tahajud dan salat dhuha.
Biasanya shalat
sunnah dianjurkan pada sebagian malam disaat hanya ada suara Allah yang
terdengar dalam hati dan cahaya_Nya menerangi kegelapan di dalamnya.
Shalt-shalat sunnah tidak menjadi jembatan kepada Allah, tetapi juga merupakan
suatu tangga bagi kita menuju pada-Nya.[3]
Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berkata :” HambaKu selalu berusaha mendekati
Aku melalui shalat nawafil (shalat sunnah) hingga aku mencintainya.
Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi telinganya yang dengan apa dia mendengar,
matanya yang dengan apa dia melihat, tangannya dengan apa ia menggenggam, dan
kakinya yang dengan apa ia bergerak. Dengan-Ku ia mendengar, dengan-Ku ia
melihat, dengan-Ku ia menggenggam, dan dengan-Ku ia berjalan. Jika ia datang
padaku dengan berjalan, Aku akan datang dengan berlari. Jika ia mendekati-Ku
sejengkal, Aku akan mendekatinya sehesta.”
Shalat sunnah
dianjurkan pada saat berada dalam ketakutan, bimbang, atau peristiwa-peristiwa
yang penting. Ia dapat dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau gerhana
bulan, maupun saat terjadinya peristiwa-peristiwa alam yang hebat, seperti
gempa bumi. Shalat Nawafil adalah shalat pada saat kita memerlukan,
sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diperoleh atau
atas bencana yang terhindarkan.[4]
Macam-macam Ritual Dalam Islam - Meskipun
shalat-shalat nawafil dilakukan atas kehendak pribadi dan sebagian besar diantaranya dilakukan
secara sendirian, tetapi ada juga yang dilakukan secara berjama’ah. Shalat yang
tidak termasuk lima shalat wajib dalam hal ini, merupakan ibadah sunnah. Shalat
Iid yang menandai selesainya puasa atau selesainya ibadah haji keduannya
merupakan shalat nawafil dan dilakukan secara berjama’ah.
Sahalat tidak
hanya berupa ucapan dan gerakan belaka karena ia adalah sebuah disiplin, cara
untuk mendidik jiwa manusia dan mendekatkannya pada Allah. Al-Qur’an
mengatakan: “Sesungguhnya shalat itu mampu mencegah dari perbuatan keji dan
mungkar” (29:45). Hidup tanpa shalat adalah hidup yang tidak sempurna dan
jauh dari Allah.
3.
Ritual Islam yang
tertier adalah ritual yang berupa anjuran yang dan tidak sampai pada derajat
sunah. Sebagai
contoh yaitu ibadah-ibadah yang biasanya masyarakat menyebutnya dengan ibadah
bid’ah yang pada zaman Nabi tidak ada. Misalnya ibadah tahlilan. Hal tersebut diperbolehkan meskipun termasuk bid’ah
namun bida’ah yang hasanah.
Ibadah adalah
suatu disiplin yang diterapkan oleh Allah kepada masing-masing hamba-Nya
(‘abd). Oleh karena itu Islam menganggap bahwa ibadah tidak hanya sebagai suatu
kewajiban (fardhu) untuk dipenuhi tetapi juga merupakan sebuah disiplin,
yang bermaksud menuntun jiwa dan membimbingnya kepada tumbuhnya sikap
kedewasaan.
Apakah yang
diterapkan pada pribadi, terlebih pada masyarakat, dimana Islam terlihat
seperti sebuah kesatuan bagian dari orang-orang yang beriman. Oleh karena itu,
seperti halnya ibadah tahlilan adalah ibadah juga karena didalamnya dibacakan
juga asma-asma Allah, beberapa surat Al Quran, dan shalawat kepada Nabi.
Ø Dari segi tujuan, ritual Islam dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Ritual
yang bertujuan mendapatkan rida Allah semata dan balasan yang ingin dicapai
adalah kebahagiaan ukhrawi.
2. Ritual
yang bertujuan mendapatkan balasan didunia ini, misalnya shalat istiqa, yang Macam-macam Ritual Dalam Islam - dilaksanakan untuk memohon kepada Allah agar berkenan menakdirkan turun hujan.
Dengan meminjam
pembagian ritual menurut sosiologi (yang dalam tulisan ini diambil dari
Homans), ritual dalam Islam juga dapat dibagi menjadi dua: ritual primer dan
ritual sekunder
Ø Hikmah yang terdapat dibalik ajaran-ajaran agama islam.[5]
1. Mengajarkan agar melaksanaka shalat berjamaah. Tujuannya antara lain agar
seseorang merasakan hikmahnya hidup secara berdampingan dengan orang lain.
2. Puasa. Agar seseorang dapat merasakan lapar yang selanjutnya
menimbulkan rasa iba. Tujuan dari puasa, seperti disebutkan dalam surat
al-Baqarah adalah ‘la’alakum tattaqun’, qta diharapka menjadi orang
bertaqwa.
3. Ibadah haji yang dilaksanakan di kota Makkah. Dalam waktu yang
bersamaan-sehingga merasa bersaudara dengan sesama muslim dari seluruh dunia.
4. Thawaf mengandung makna bahwa hidup harus penuh dengan diamika yang tak
kenal lelah yang tertuju sebagai ibadah kepada Allah semata dll.
Macam-macam Ritual Dalam Islam - Tetapi jika kita tidak
mempunyai rasa kepedulian social terhadap apa yang terjadi disekitar kita,
sesungguhnya ibadah ritual tadi tidak bermakna apa-apa. Karena, dari ibadah
ritual itu sesungguhnya diharapkan ada dampak nyata pada prilaku social
sehari-hari. Oleh karena itu untuk mengukur keshalehan seseorang tidak cukup
dengan hanya dilihat dari hal-hal yang bersifat ritual. Seperti sabda
Rasulullah saw “ sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat kepada orang
lain”.
<< Macam-macam Ritual Dalam Islam >>

Komentar
Posting Komentar